Feeds:
Tulisan
Komentar

Dulu ketika saya masih rajin berkeliaran di toko buku, jarang-jarang saya pernah nemu buku tentang blog. Eh, sekalinya nemu, rasanya saya kok asing sekali dengan terminologi itu? B-L-O-G, kayaknya nggak pernah dengar?

Tapi sekarang, walaupun saya sudah agak malas menelusuri rak-rak bagian komputer… Ya, ampun, banyak banget sih yang mengulas tentang blog? Kebanyakan tentang cara membuat hingga cara merias, sekalian tentang cara-cara mencari uang lewat blog. Makin lama orang makin terbiasa membicarakan blog, baik itu lewat buku, tabloid, rubrik di majalah, dan lain-lain… dan lain-lain….

Melihat fenomena ini, dan juga melihat fakta di lapangan dunia maya yang semakin hari semakin berjubel dengan para blogger, akhirnya saya mengerti bahwa blog lagi booming-boomingnya. Jauh sebelum saya menulis artikel ini, mungkin sebagian besar orang sudah mengenal web pribadi yang unik ini. Bahkan kemungkinan sebagian dari mereka sudah berniat untuk “memelihara” sebuah blog, baik dengan niat iseng maupun serius.
Lanjut Baca »

Waktu saya menginjak kenaikan kelas XI di SMA, saya menjalani masa penjurusan. Para siswa diminta mempertimbangkan salah satu diantara tiga pilihan (IPA, IPS, atau Bahasa) yang merupakan sebuah langkah kecil demi masa depan yang membentang. Pertimbangan untuk memilih banyak sekali. Biasanya yang dipakai acuan adalah minat dan bakat.

Sekarang, manakah diantara keduanya yang paling menentukan?

Guru bimbingan dan konseling saya mengatakan: Bakat tanpa minat itu percuma, karena kita tidak dapat menikmati usaha kita. Minat tanpa bakat, sebaliknya. Beliau mengatakan, bakat itu dapat diasah asalkan ada minat. Dan seiring dengan berjalannya waktu, bakat kita akan tumbuh karena pada dasarnya kita menikmati detik-detik kita belajar karena didorong dengan minat.

Saya setuju dengan pernyataan itu. Bagaimanapun, kita berhak untuk memilih jalan hidup mana yang akan kita tempuh. Berhasil atau tidak, itu Tuhan yang menentukan. Yang dapat kita lakukan adalah menekuninya, dan dibantu dengan support dari lingkungan sekitar. Terutama orang tua.

Masalahnya, menurut saya banyak orang tua yang lebih mementingkan bakat daripada minat si anak. Atau dalam kasus yang lebih parah, mereka tidak mementingkan keduanya. Mereka memaksakan minat mereka sendiri.
Lanjut Baca »

Saya yakin, pasti Anda-anda berpikir bahwa semakin lama cyberspace ini makin ramai dengan aktivitas segala macam orang. Tidak peduli umur, jenis kelamin…. Katanya yang seperti itu nggak penting lagi di dunia maya ini. Karena tidak ada yang peduli siapakah yang ada di balik komputer di saat mereka online.

Motif orang nge-net pun berbeda-beda. Orang dewasa kebanyakan ingin mencari info tentang pekerjaan mereka, atau hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Apalagi anak-anak atau remaja, kebanyakan mencari hal yang berbau hiburan. Chatting, game online, atau kenalan dengan orang-orang baru. Semuanya bisa didapat hanya dengan sentuhan jari dan hitungan detik.

Remaja memang memiliki suatu ketertarikan khusus dengan dunia yang tergolong memiliki inovasi baru ini. Mereka memiliki banyak waktu untuk berkunjung ke sini. Misalnya pada saat pelajaran TI yang mengijinkan browsing di internet, belum lagi kalau ada tugas sekolah yang menuntut pengkajian referensi yang banyak. Daripada pusing nyari bahan di buku-buku perpustakaan, sang guru cukup menyarankan, “Cari saja di internet. Di sana banyak info.”

Dan saya yakin sebagian besar remaja akan berpikir, “Wah, kebetulan banget. Sekalian buka Friendster, ah…” :b
Lanjut Baca »

Pernahkah kamu menemui suatu acara yang on-time, yang mulai serta berakhir tepat waktu menurut jadwal? Syukurlah kalau masih ada, tapi saya yakin banyak yang menjawab sebaliknya.

Keterlambatan semacam ini lebih populer dengan istilah Jam Karet, yaitu jam sebagai penunjuk waktu yang bisa molor. Jam macam ini sudah lama dimiliki Indonesia, sampai terkenal sampai ke seantero dunia. Ck, ck, ck.

Saya yang melihat fenomena ini langsung penasaran kenapa tidak semua orang dapat tepat waktu. Yah mungkin banyak penyebab terlambat itu, tapi kebanyakan alasan yang kita pakai sudah jauh dari batas toleransi. Jika kita telat sekali karena macet misalnya, mungkin itu dapat dijadikan peringatan agar berangkat lebih pagi. Tapi mungkin masih ada dari sebagian kita, tidak ada macet atau ada macet sama saja. Who cares?

Jadinya baru-baru ini saya iseng mengkaji masalah ini secara ilmiah di lingkup siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Yang diteliti adalah penyebab Jam Karet, dampak Jam Karet, hambatan dalam mengatasi masalah Jam Karet, dan solusi untuk masalah Jam Karet. Tapi hanya terbatas di lingkungan SMA Negeri saja.
Lanjut Baca »

Manusia diciptakan dengan banyak variasi antara satu dengan yang lain. Wajah, tempat tinggal, latar belakang, pasti setiap orang memiliki masing-masing identitas yang khas. Bahkan diantara kembar identik sekalipun, mereka memiliki sesuatu yang berbeda, misalnya sidik jari dan gen.

Dengan perbedaan-perbedaan itulah, kita semua telah menjalani hidup kita. Kita hidup di tengah wajah-wajah yang berbeda, warna kulit yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, hidung yang berbeda…. Kita memang dikaruniai hal-hal yang tidak akan pernah dapat dipunyai oleh orang lain. Semua itu adalah milik kita, dan kita patut berbangga karenanya. Kita adalah diri kita sendiri.

Untuk itulah, kita memiliki suatu kesadaran tentang perbedaan dari orang lain. Kita memiliki idealisme yang berbeda-beda, jalan pikir yang unik antara satu sama lain, dan kita mempertahankannya semata-mata untuk menegaskan pandangan pribadi kita sebagai manusia seutuhnya. Seseorang yang hidup.

Namun, seringkali kita terlalu lekat berpegang teguh pada keyakinan kita sendiri. Kita cenderung melawan hal-hal yang “asing” bagi dunia logis kita, dan sulit untuk menerimanya. Secara sadar maupun tidak, kita memiliki kebutuhan untuk mempertahankan pendirian-pendirian kita yang telah terbentuk lama dari pikiran kita yang keras kepala.

Singkatnya, kita cenderung sulit untuk menerima ide yang berbeda dengan keyakinan kita, selogis apapun ide tersebut terdengar.
Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »