Kalau mendengar kata “introvert“, apakah yang terlintas di benak Anda sekalian? Sebagian besar mungkin langsung terbesit sosok manusia penyendiri yang nggak banyak teman, nggak asik kalau diajak ngobrol, dan nggak gaul. Yah, tipikal one-man-team.
Bagaimana, ya? Kalau boleh jujur, anggapan tentang sosok para introvert di atas kok rasanya nggak adil. Terkesan sepihak gitu. Maksudnya, emang siapa sih yang ngasi label semacam itu? Siapa yang telah menebarkan anggapan mendiskreditkan kaum introvert di seluruh dunia? Emang siapa yang sudah ngomongin segala sesuatu macam-macam tanpa pikir panjang?
Ya, siapa lagi kalau bukan para ekstrovert, sebagai “yin” dari kaum “yang.”
Well, label yang mereka berikan emang nggak sepenuhnya salah. Para introvert memang cenderung menghabiskan waktu sendirian dan mengistirahatkan jiwa dan pikiran, alih-alih menyibukkan diri dalam kegiatan sosial karena menurut mereka hal itu melelahkan. Introvert memang pelit dalam bersuara, karena buat apa ngomong panjang lebar tapi informasinya nol besar. Introvert memang lebih suka menyimpan segalanya dalam-dalam, karena kelapangan hati mereka selebar kesabaran mereka. Mereka nggak neko-neko.
Introvert lebih suka kalau dunianya aman terkendali, dan berjalan seperti biasa. Apakah itu salah? Siapa bilang? Menjadi seorang introvert bukanlah sebuah kutukan atau cacat sosial, namun sebuah orientasi. Kita menjadi introvert karena itu lebih sesuai dengan jiwa asli kita, dan bukannya kita sok suci atau sok alim segala macam. Kita tidak ada beda seperti halnya para ekstrovert menjalani hidup, hanya saja pendekatan yang kita pakai berbeda.
Kita adalah diri kita yang kita cintai, patutlah kita berbangga karenanya.
Stereotype warna-warni yang selama ini direkatkan pada introvert, nggak perlu dipikirkan banget lah…. Seperti yang saya bilang, semuanya itu cuma angin-anginan dari para ekstrovert yang dari sononya emang sering nomor satu dalam urusan beginian. Mereka punya suara yang perlu diteriakkan, dan nggak ada yang melarang hal itu. Nggak heran, mereka kompakan banget waktu bilang bahwa introvert itu begini atau begitu, tanpa perlu mengklarifikasi….
Kalau saja mereka tahu apa yang dipikirkan para introvert tentang diri mereka….
Karena itu sekarang, sudahlah, nggak perlu malu atau menyesal walaupun kamu introvert (karena nggak ada yang perlu disesali). Biarlah para ekstrovert berbuat semau mereka, asal mereka juga membiarkan kita apa adanya. Nggak ada yang pernah dapat memaksa kita “berubah” selain hati nurani kita sendiri.
Mari teriakkan: Introverts of the world, unite!
N.B.
Tahukah Anda sekalian bahwasanya Ndoro Kakung, Enda, atau Jay itu introvert? (Waduh… makhluk apa lagi mereka? Hihihhi.. *kabuuuurrr*)

eh, siapa yang membocorkan itu?
eeh, bukannya Ndoro bilang sendiri, ya?
[...Menurut hasil tes, saya tergolong tipe INFP...]
Ndoro yang bilang, lho