Dulu ketika saya masih rajin berkeliaran di toko buku, jarang-jarang saya pernah nemu buku tentang blog. Eh, sekalinya nemu, rasanya saya kok asing sekali dengan terminologi itu? B-L-O-G, kayaknya nggak pernah dengar?
Tapi sekarang, walaupun saya sudah agak malas menelusuri rak-rak bagian komputer… Ya, ampun, banyak banget sih yang mengulas tentang blog? Kebanyakan tentang cara membuat hingga cara merias, sekalian tentang cara-cara mencari uang lewat blog. Makin lama orang makin terbiasa membicarakan blog, baik itu lewat buku, tabloid, rubrik di majalah, dan lain-lain… dan lain-lain….
Melihat fenomena ini, dan juga melihat fakta di lapangan dunia maya yang semakin hari semakin berjubel dengan para blogger, akhirnya saya mengerti bahwa blog lagi booming-boomingnya. Jauh sebelum saya menulis artikel ini, mungkin sebagian besar orang sudah mengenal web pribadi yang unik ini. Bahkan kemungkinan sebagian dari mereka sudah berniat untuk “memelihara” sebuah blog, baik dengan niat iseng maupun serius.
Kepopuleran blog saya rasa tidak terlepas dari jasa para blog engine gratisan yang bertebaran di internet. Kita tidak perlu jagoan dalam menulis kode-kode HTML dan kawan-kawannya untuk dapat memiliki situs yang dikelola atas nama sendiri. Di sinilah engine blog menawarkan alternatif. Dengan proses regristasi yang mudah, kita dapat memiliki satu halaman untuk dicorat-coret sepuasnya, plus sebuah nama domain yang sudah cukup mewakili keinginan terpendam kita untuk eksis di blogosphere.
Apalagi kemudian banyak para penyedia jasa yang menawarkan tata rias blog kita. Mungkin lebih dikenal dengan istilah widget blog, yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas tambahan yang tidak disediakan di fitur blog engine kebanyakan. Misalnya shoutmix, sitemeter, MyBlogLog, dan seabrek lainnya. Dari yang cukup berguna hingga yang sebatas pemenuh ruangan, semuanya membuktikan bahwa dunia blog adalah dunia yang prospektif dan menjanjikan. Dan itu memang terbukti.
Dengan booming blog seperti ini, saya pribadi merasa senang sekaligus susah. Senangnya, karena diskusi tentang blog menjadi semakin mudah. Banyak orang yang semakin membuka mata tentang eksistensi blog dan para blogger, sekaligus mungkin meningkatkan pengakuan terhadap hasil karya individu yang dipublikasikan secara online.
Susahnya…. Yah, semakin banyak blog dan semakin banyak artikel-artikel yang ditulis dari bakat tersembunyi. Itu artinya, semakin banyak pe-er untuk membaca dan membaca. Bisa-bisa uang jajan habis gara-gara terlalu asyik ngenet ngejunk di blog buat baca tulisan mereka, hehehe.
Banyak sekali ilmu yang bisa kita petik dari blog, lho. Jangan remehkan kualitas tulisan para blogger, karena blog ada untuk menampung suara hati yang jujur dan tidak dibuat-buat. Singkatnya, seringkali artikel dalam blog berkualitas sangat cerdas dan bersifat membangun. Hal yang seringkali dikecam di dunia nyata, malah diterima dengan antusias di jagad blogosphere. Blogger sejati dikenal memiliki pikiran terbuka dan suka sekali dengan aktifitas diskusi yang sehat, apa-adanya, namun kritis.
Harapan saya, bagi yang mau nge-blog ataupun yang sudah mulai ngeblog kayak saya, mudah-mudahan aktifitas mulia ini dapat kita pertahankan dan perjuangkan hingga titik darah penghabisan. Kalau ingin buat blog, marilah kita commit untuk konsisten dalam menyumbangkan pikiran-pikiran kita, alias jangan hanya ikut-ikutan trend dan akhirnya mencampakkannya begitu saja. Nggak seru lagi.
Bagi yang benar-benar niat, sudah nggak usah ditunda-tunda. Go blogging! Masalah berhasil tidaknya konsistensi itu urusan belakangan, yang penting memulai dan belajar untuk mengenal lebih jauh. Semakin kita memupuk kebiasaan nge-blog, semakin kita familiar dengan dunia yang tidak ada duanya ini. Akhirnya, tidak ada alasan untuk tidak nge-blog!

Numpang lewat ya……..
Pengen punya Blog yang lengkap kayak gini,
tapi ga’ sempet…..
Mapir ya…..
http://a1d0.wordpress.com