<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Watak Koruptor Berpangkal dari Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://ahchew.wordpress.com/2008/02/15/watak-koruptor-berpangkal-dari-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahchew.wordpress.com/2008/02/15/watak-koruptor-berpangkal-dari-pendidikan/</link>
	<description>It's not to be sneezed at</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 02:41:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Vika Insanittaqwa</title>
		<link>http://ahchew.wordpress.com/2008/02/15/watak-koruptor-berpangkal-dari-pendidikan/#comment-4</link>
		<dc:creator>Vika Insanittaqwa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 06:09:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahchew.wordpress.com/?p=9#comment-4</guid>
		<description>===Arsyad Salam===
Mmm, saya rasa ada dua jenis mencontek: yang membangun dan menghancurkan. Kalau kita mau mencontek sesuatu yang positif, boleh-boleh saja. Apalagi kalau mau dikembangkan dengan lebih bagus lagi.

Yang dimaksudkan dalam artikel adalah nyontek yang buruk. Terutama yang menghancurkan kepercayaan diri siswa di sekolah. Akibatnya ya jadi krisis keyakinan seperti yang Anda sebutkan. Guru nyontek, dosen ikutan, dsb.

===adhiwirawan===
Iya ya masih kabur. Yang ingin ditekankan oleh guru saya adalah menumbuhkan kepercayaan diri, sedangkan koruptor itu sendiri adalah salah satu contoh akibat kebiasaan nyontek itu.

Mungkin judulnya yang salah, ya?

Waduh, kayaknya ini bakal jadi PR buat saya.... Makasih... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>===Arsyad Salam===<br />
Mmm, saya rasa ada dua jenis mencontek: yang membangun dan menghancurkan. Kalau kita mau mencontek sesuatu yang positif, boleh-boleh saja. Apalagi kalau mau dikembangkan dengan lebih bagus lagi.</p>
<p>Yang dimaksudkan dalam artikel adalah nyontek yang buruk. Terutama yang menghancurkan kepercayaan diri siswa di sekolah. Akibatnya ya jadi krisis keyakinan seperti yang Anda sebutkan. Guru nyontek, dosen ikutan, dsb.</p>
<p>===adhiwirawan===<br />
Iya ya masih kabur. Yang ingin ditekankan oleh guru saya adalah menumbuhkan kepercayaan diri, sedangkan koruptor itu sendiri adalah salah satu contoh akibat kebiasaan nyontek itu.</p>
<p>Mungkin judulnya yang salah, ya?</p>
<p>Waduh, kayaknya ini bakal jadi PR buat saya&#8230;. Makasih&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adhiwirawan</title>
		<link>http://ahchew.wordpress.com/2008/02/15/watak-koruptor-berpangkal-dari-pendidikan/#comment-3</link>
		<dc:creator>adhiwirawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 14:40:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahchew.wordpress.com/?p=9#comment-3</guid>
		<description>benang merah antara fakta-fakta yang diungkapkan dengan perilaku korupsi masih kabur. Mungkin budaya mencari cara mudah dengan menhalalkan segala cara yang memang banyak terjadi di sekolah-sekolah merupakan akar dari budaya korupsi, pungli dsb. 
Meski begitu saya sependapat, sekolah berada pada posisi strategis dalam menyuburkan atau mengikis budaya korupsi.

Anyway, trimakasih atas artikelnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benang merah antara fakta-fakta yang diungkapkan dengan perilaku korupsi masih kabur. Mungkin budaya mencari cara mudah dengan menhalalkan segala cara yang memang banyak terjadi di sekolah-sekolah merupakan akar dari budaya korupsi, pungli dsb.<br />
Meski begitu saya sependapat, sekolah berada pada posisi strategis dalam menyuburkan atau mengikis budaya korupsi.</p>
<p>Anyway, trimakasih atas artikelnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arsyad Salam</title>
		<link>http://ahchew.wordpress.com/2008/02/15/watak-koruptor-berpangkal-dari-pendidikan/#comment-2</link>
		<dc:creator>Arsyad Salam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 11:52:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahchew.wordpress.com/?p=9#comment-2</guid>
		<description>soal nyontek kayaknya udah jadi budaya kita. guru juga nyontek laporan rekannya, dosen nyontek karya tulis mahasiswanya, muda-mudi nyontek mode luar negeri. Jadi apa yg ga dicontek :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>soal nyontek kayaknya udah jadi budaya kita. guru juga nyontek laporan rekannya, dosen nyontek karya tulis mahasiswanya, muda-mudi nyontek mode luar negeri. Jadi apa yg ga dicontek <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
