Saya baru belajar gitar akhir-akhir ini, walaupun sudah jauh bertahun-tahun sejak saya memilikinya. Pertama-tama saya menyadari bahwa proses kita belajar gitar sangat dipengaruhi oleh mood kita. Setidaknya itulah yang terjadi.
Dulu, saat saya baru dibelikan gitar dan buku pedoman bermain gitar, semangat belajar saya meluap-luap seakan-akan dalam waktu yang singkat saya akan dapat memainkannya dengan mahir. Tapi tentu saja tidak, karena menggerakkan jari-jari saat pergantian kunci lebih sulit dari yang saya bayangkan. Lagipula kalau saya merasa sudah meletakkan jari dengan benar, nada yang dihasilkan bukan main semrawutnya. Bahkan kata “nada” sepertinya terlalu indah untuk mendeskripsikan genjrengan yang tidak jelas itu. Tangan kanan saya juga tak banyak membantu, karena petikan gitar saya sama sekali tidak ber-irama. Saya kemudian menyerah dengan meletakkan gitar saya di sudut kamar dan tidak menyentuhnya selama berbulan-bulan kemudian.
Lalu muncullah keajaiban bertahun-tahun setelahnya, saat saya main ke rumah teman buat nonton anime. Sebelum saya pulang, dia memamerkan sesuatu dalam komputernya. File video klip lagu Yui pun dipertontonkannya dihadapan Puccan dan saya (Puccan adalah teman saya yang ikutan pergi nonton). Lalu tiba-tiba Puccan nyeletuk, “Ah, itu kan Yui yang biasanya kutonton di Dhamma TV? Waduh, dia kueren banget lho. Aku nge-fans banget ma diaaaa!” Saya yang saat itu tidak mengerti apa-apa hanya bisa diam dan mencoba menerka bagian mananya yang keren. Lagu Yui pertama yang saya dengar adalah Life, dan videonya saya rasa biasa saja.
Kemudian saya sadar satu hal, ketika Puccan berkomentar, “Ya ampun, dia nggitar kan? Sialan, petikan gitarnya bikin iri. Kok bisa sih?” Maklumlah, Puccan juga nggitar. Lalu Fietoon, teman yang punya rumah dan menunjukkan koleksi videonya juga bangga menambahkan, “Iya, gitarannya keren. Gaya nyanyi-nya juga nggak terlalu dibuat-buat. Terasa alami.” Ah…, lalu saya mulai terprovokasi dan mulai menyadari kalau yang dikatakan mereka memang benar. Fietoon juga menunjukkan klip yang lain: Feel My Soul, Tomorrow’s Way, Goodbye Days, dan lainnya. Dan setiap satu klip diputar, mereka akan mengomentarinya dengan antusiasme tinggi.
Disinilah saya mulai terhipnotis. Yui memainkan gitarnya sama baiknya dengan saat menyanyikan lirik. Saya tahu bukan hanya Yui saja yang merupakan penyanyi yang dapat bermain gitar dengan baik. Namun sentuhan yang ada dalam klipnya memberi kesan seakan gitar adalah satu-satunya hal di dunia yang berarti baginya. Setidaknya itulah yang saya tangkap. Belakangan saya tahu bahwa dia baru belajar gitar secara privat pada usia 16 tahun, dan dia rela meninggalkan kampung halamannya di Fukuoka untuk mengadu nasib di Tokyo (Yui mengenang pengalamannya waktu itu dalam lagu “Tokyo“). Yang membuat saya salut adalah, dia melakukannya dengan hanya berbekal sebuah gitar tua.
Mulai saat itu, entah kenapa, saya memiliki dorongan untuk memainkan gitar saya yang berdebu sekali lagi. Siap dengan gitar di pangkuan dan chord lagu Yui di depan hidung, jari-jemari saya dengan canggung memetik nada demi nada (yang itu berarti menekan kunci demi kunci). Yah, awalnya memang tidak terlalu bagus. Tapi entah kenapa saya bertekad untuk memainkannya dengan benar, walaupun hanya sekali. Dengan semangat itu saya berhasil memainkan satu lagu secara penuh, yang waktu itu saya ingat adalah lagu Yui bertajuk “It’s Happy Line“. Kali itu kedengarannya sudah lumayan, dan ada irama yang terbentuk. Lalu saya mulai berani mencoba lagu yang lain, dan hasilnya tidak buruk-buruk amat. Saat ini, saya sedang sering memainkan “I Remember You“. Dan menurut saya sejauh ini, itulah lagu pertama yang dapat saya mainkan tanpa melirik tabulasi.
Sekarang, di sinilah saya. Orang yang kerjaannya sehari-hari hanya meng-gitar. Saya akui saya belum dapat dikatakan “handal”, karena saya belum dapat memainkan kunci-kunci tertentu dengan baik. Misalnya F, Bm, F#m, dan macam-macam yang harus melibatkan 4 jari sekaligus dengan jangkauan fret yang luas. Saya nyaris putus asa dalam memainkan nada-nada tersebut, tapi siapa tahu segalanya akan berjalan baik? Seperti pada saat Fietoon mengenalkan Yui kepada saya, permainan gitar saya cukup lumayan dan membuat saya ingin terus belajar. Terima kasih sedalam-dalamnya bagi Fietoon, mbak Yui, dan Puccan yang selalu berkobar-kobar ketika berdiskusi masalah gitar-menggitar.
Saya tidak tahu karena saya baru kali ini gitaran tiap hari, tapi apa ujung jari orang yang main gitar itu keras seperti kapalan, ya? Seperti kulit di tumit kita yang agak lebih tebal, yang kurang peka saat kita menyentuhnya, mungkin? Puccan pernah bilang, bahwa saat jari kita menekan leher gitar, sebenarnya kita hanya menekan sedikit. Sedangkan saya bilang padanya saya selalu berusaha menekannya dengan keras, karena menurut saya nadanya lebih lugas dan anggun. Lalu akhir-akhir ini saya menyadari kalau lapisan kulit ujung jari saya mengeras. Saya rasa wajar karena efek tekanan pada senar gitar, mungkin? Saya tidak tahu, tapi saya tetap memainkannya.

Aku juga suka banget sama yui. Pertama kali kenal dia lewat filmnya Taiyou No Uta… wahhhh.. Lagu2 nya bagus banget. Terumama yang judulnya It’s Happy Line..
Aku juga banyak dapat insipari dari dia…
Contohnya maen gitar (kita berdua kayaknya punya kisah yang hampir sama)
Aku dulu sempat blajar maen gitar, tapi karna malas, jadi gak lanjut lagi.
Sekarang, berkat yui aku udah mulai main lagi.. hihihi
Bisa gak kamu kasih cord lagunya ke aku?
Aku juga pengen blajar buat ngemainin lagunya…
Coba ultimate-guitar.com, deh. Lumayan
yah mang keren banget YUI mah.menurut gw dia penyanyi multitalenta. bisa maen gitar dg bagus ga kaya diindonesia maen gitar wat kerenan duank.dan suara n face alami YUI yang paling gw suka. wat loe seriusin blajar gitar. hoby klo ditelusuri bisa jadi karir lhoooo..ok cayoo
halo slam kenal, aku juga baru bisa mainin gitar lo ….,tpi dulu ampe sekarng kolo main gitar dirumah psti dimarahin bapa mendingan yang alin gitu katanya, kolo mau belajar q ketetangga deh.
aku suka lagu2 barat ama asia jarang mutar indonesia jadi kalo ditnya lagu negri sendiri sering kaga tau jawabannya itu juga skendala dalam belajar gTR gue dari dolue ampe sekarang ( payah ga nasionalis ni anak)
nnnnnn
waktu cri2 cord lagu q nemu blog ini ( enga sengaja )^_^ he..he.. ViSS, aku juga suka lagu yui – tokyo n kalo udah nemu cord lagunya tolong dikirim ya, coalnya males nyari , makcih yaa